0 Install VirtualBox di Ubuntu 14.04



Kring.. kring.. kring.. handphoneku berbunyi. Segeralah kuangkat dan terdengar suara yang cukup familiar dari seberang sana.

Halo mas bro, saya kan udah pake ubuntu yang versi 14:04 terus mau install Virtual Box, katanya di Ubuntu tinggal ke Ubuntu Sotware Center untuk installasi aplikasinya...

Yap, emang bener sih kalau di Ubuntu 14:04 kita tidak menemukan Virtual Box di Ubuntu Software Center. Tapi gak  usah khawatir atau galau, karena kita masih bisa menginstall Virtual Box kok.
VirtualBox


Installasi

Karena untuk menginstall Virtualbox 4.3.10 terbaru, kita udah bisa melakukannya melalui PPA yang bisa jalan di Ubuntu, Linux Mint, Pear OS dan varian yang sejenis, maka kita akan menginstallnya melalui terminal secara mudah, cukup mengetikkan tiga baris perintah berikut secara berurutan :

sudo add-apt-repository ppa:dreibh/ppa

sudo apt-get update

sudo apt-get install virtualbox

Nah untuk menginstall Virtualbox, kita setidaknya membutuhkan ruang hardisk sekitar 21,1 MB, jika benar mau menginstallnya segera tekan tombol "Y" pada keyboard dan tunggu prosesnya selesai.

Oia, untuk installasi jenis ini kita membutuhkan koneksi yang stabil dan cepat. Karena akan berpengaruh pada lamanya waktu installasi.

Jika semua telah selesai, segera jalankan Virtualbox. Selamat menikmati :)

[Read More...]


0 Kampret! Para Koruptor Pesta Remisi Di HUT RI Ke 69 Tahun Ini



Sebelumnya maaf, jika postingan kali ini keluar dari track yang biasanya. Bukan apa-apa, tetapi ini karena adanya rasa berontak dan tidak setuju dengan dagelan yang selalu muncul di setiap HUT RI maupun hari Raya Idul Fitri.

Apa sih yang sebenarnya ada dalam benak para penegak hukum di Indonesia ini, khususnya dalam memerangi korupsi yang telah menjadi monster dinegara kita?

Katanya perang lawan korupsi, katakan tidak pada korupsi. Tapi kenyataan yang ada adalah mereka yang terkena kasus korupsi dan sedang menjalani masa hukuman, banyak yang mendapatkan bonus pemotongan masa tahanan. Gak usahlah saya tulis nama-nama mereka disini, karena pasti tidak sulit untuk mendapatkan nama-nama siapa saja koruptor yang memperoleh bonus di HUT Proklamasi RI Ke 69 Ini.

Apa hal itu merupakan pendidikan yang baik pada warga negara ataupun sebuah wujud nyata dalam perang melawan korupsi di Indonesia?

Dalam satu tahun, sekali kita merayakan HUT Proklamasi, setidaknya sekali juga merayakan hari raya Idul Fitri atau Natal atau hari raya lainnya yang umumnya seringkali kita juga mendengar adanya pengurangan masa hukuman.

Lalu, apa kita tidak berfikir seberapa besar kerugian negara dan seberapa besar hak-hak warga negara yang dicuri dan dinikmati sendiri oleh para koruptor?

Apakah para koruptor ini berjuang untuk kemajuan negara? Apakah mereka bekerja untuk negara? Ah, saya gak ngerti seperti apa yang ada difikiran mereka, gak ngerti juga arah pemikiran pemerintah yang diwakili oleh aparat penegak hukum di Indonesia ini.

Jika di warung-warung kopi atau ditengah-tengah perkampungan  banyak orang-orang ngobrol tentang koruptor yang harus di hukum seberat-beratnya, seumur hidup, hukuman mati atau digantung, ternyata aspirasi tersebut tidak pernah sampai keatas.

Ada pula celetukan yang pernah saya dengar bahwa, Koruptor di Indonesia bisa menyajikan senyuman manis dan lambaian tangan kepada awak media dan juga masyarakat, tidak seperti diluar negeri yang selalu tertunduk malu dan bahkan ada yang sampai mengakhiri hidup sebelum menjalani persidangan karena adanya rasa malu. Koruptor disini merasa lebih bahagia karena jika terbukti korupsi, tentunya mereka akan pensiun dengan sisa hasil korupsi yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya hingga anak cucu! (Mungkin salah satunya karena ada pemotongan masa hukuman dari hukuman yang boleh dikata tidak berat dan membuat jera atau takut bagi para koruptor)

Gak tahu dimana kandasnya, gak tahu dan gak yakin dengan keseriusan negara dalam memberantas korupsi dan gak tahu pula sampai kapan mereka, masyarakat mempunyai harapan Indonesia yang bebas korupsi, Indonesia yang bersikap tegas pada koruptor.
[Read More...]


0 Mencoba Koneksi Internet Dengan Modem 4G ZTE MF825A - Bolt



KIta udah beberapa kali mencoba untuk melakukan koneksi dengan menggunakan modem yang beraneka macam dan merk di blog ini.

Jika kita telah pernah menggunakan modem GSM 3G dan juga CDMA EVDO, maka kali ini saya coba melakukan koneksi menggunakan Modem ZTE MF825A yang dikombinasikan dengan kartu Bolt. Kerennya lagi, ini adalah modem 4G ZTE yang diproduksi di Sidoarjo Jawa Timur seperti tulisan yang tertera di body modemnya. woow..

Modem yang di bundle dengan kartu Bolt ini memiliki kisaran harga 200 - 250 ribu, tetapi saya mendapatkannya dengan harga special sebesar 80 ribu :)

Gak tahu juga apa sebab seller menjualnya dengan harga segitu :)

Koneksi

Untuk melakukan koneksi menggunakan modem ini di Ubuntu 14:04 sama sekali tidaklah sulit, karena ternyata sistem telah bisa mengenalinya dan otomatis membuatkan koneksi internet, sehingga kita bisa langsung online.

Untuk daerah Cengkareng, kualitas signal dan koneksi termasuk baik meskipun seperti halnya operator yang lain, tentunya akan memiliki hasil yang berbeda untuk daerah-daerah yang lain pula. Hal tersebut bisa dilihat dengan kecepatan koneksi yang tinggi sehigga terasa lancar dan nyaman dalam berinternet.

Akan tetapi, sebelum kita bisa menggunakan paket modem dan kartu bolt ini,  terlebih dahulu diwajibkan untuk mendaftarkan diri di www.boltsuper4g.com/aktivasi dan mengisi formulir yang ada disana.

Setelah semua selesai, segeralah untuk menikmati layanan internet 4G.
[Read More...]


0 AH00558: apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1. Set the 'ServerName' directive globally to suppress this message



Jika sebelumnya kita pernah membahas untuk menyelesaikan error pada apache yaitu :

apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName 
Maka sekarang kita akan coba memperbaiki error yang bisa dikatakan identik yaitu dengan menampilkan pesan error sebagai berikut :

AH00558: apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1. Set the 'ServerName' directive globally to suppress this message

Mirip kan? Pesan error ini muncul di Apache2 yang berjalan di Ubuntu 14.04. Penelesaiannya adalah dengan mengedit file /etc/apache2/apache2.conf dengan menambahkan  ServerName localhost pada bagian akhir file tersebut.

Setelah kita melakukan perubahan pada file tersebut, segeralah simpan dan restartlah apache, dengan perintah : 

sudo service apache2 restart

Coba perhatikan, apakah cara tersebut berhasil untuk mengatasi masalah yang tadi timbul? Semoga iya :)
[Read More...]


0 Solusi Mengatasi Firefox Tidak Menampilkan Teks



Firefox tidak menampilkan teks
Hari ini tanpa diketahui penyebabnya, tiba tiba firefox saya tidak bisa menampilkan semua jenis teks, termasuk di teksbox pencarian pada search engine.

Oia seperti biasanya saya menggunakan Ubuntu, tapi tidak menutup kemungkinan juga hal ini terjadi pada firefox yang berjalan di sistem operasi lainnya.

Hal ini menimbulkan rasa penasaran dan membawa fikiran saya untuk menelusuri dimanakah sebenarnya yang menjadikan "error" ini?

Asusmsi saya mengatakan itu karena fonts yang tidak terinstall di sistem operasi atau pengaturan font default pada browser firefox sendiri yang bermasalah. Yah mungkin ada diantara kedua point itu, font tak terinstall sementrara pengaturan pada browser memilih jenis font tersebut.

Alhasil, segera saya lakukan pengaturan dan investigasi :) ups.. haha.. dengan mengubah font default dan hasilnya? Gak berhasil! Hiks..

Kemudian saya cek jenis font default browser apakah telah terinstall? Hasilnya? Yups font tersebut telah terinstall di sistem operasi, bahkan berjalan dengan baik saat digunakan pada LibreOffice dan juga Gimp. Hiks.. duuh...

Makin penasaran aja nh dibuatnya

Apa sih yang harus dilakukan untuk mengatasi hal seperti ini? Eit.. jangan cemas.. lebih baik minum dulu biar badann lebih fresh dan juga otak bisa berfikir dengann jernih :)

Time Out telah usai, saya coba kembali menelisik apa aja yang ada di menu Preferencec (Edit - Preferences) dimana pengaturan browser ada disana.
Pengaturan Advance - Fonts

Solusi 


  1. Segeralah menuju ke tab Content (Edit - Preferences- Content)
  2. Tentukan jenisfont default
  3. Pilih Advance
  4. Uncheck Allow pages to choose their fonts, instead of my selections above
  5. Pada Fallback Character Encoding pilih Other (Incl. Western European)
  6. Klik Ok

Sakitnya Firefox telah sembuh :)

Nah firefox telah bisa menampilkan teks lagi :)

[Read More...]


0 Nvidia Rilis Processor Android 64 Bit Ala PC



Nvidia akhirnya ikut merilis versi 64 bit dari prosesor terbarunya Tegra K1. Menariknya, tak sekadar berbekal dukungan komputasi 64 bit, prosesor ini juga diklaim mampu menawarkan kinerja ala PC.

Mengusung sandi Denver, prosesor ini dibenamkan teknologi bernama Dynamic Code Optimization di dalamnya. Jadi sebelum mengandalkan RAM utama, Tegra K1 bisa menyimpan terlebih dahulu perintah yang akan dieksekusi pada memori cache berukuran 128 MB yang dimilikinya.

"Dynamic Code Optimization mengoptimalkan aplikasi yang sering digunakan pada runtime secara padat. Hal itu dimungkinkan berkat cache memori utama 128 MB yang dimilikinya. Setelah tersimpan di dalam cache memori utama tersebut, prosesor pun bisa dengan cepat mengambil instruksi yang dibutuhkan tiap kali ingin mengeksekusi aplikasi yang sering digunakan," jelas Nvidia - Phone Arena, Rabu (13/8/2014).

Berkat teknologi tersebut, Denver pun lantas diklaim Nvidia bakal mampu memberikan kinerja tinggi ala PC bagi pengguna, terutama pada perangkat berbasis Android yang memang membutuhkan resource yang cukup besar.

Nvidia sendiri disebut berharap banyak pada Tegra K1 64 bit. Selain dengan cara menonjolkan kinerja tinggi ala PC, juga konsumsi super rendahnya seperti halnya prosesor ponsel. 

Dengan begitu prosesor ini dapat diaplikasikan pada berbagai perangkat Android, mulai dari untuk menjalankan game kelas berat hingga aplikasi ‘berat’ yang berbasis enterprise.
[Read More...]


0 Google Chrome Book Mulai Laku Keras, Meledak!



Saat ini orang-orang hampir diseluruh dunia sedang dalam euforia menyambut dan menggunakan gadget android. Dan ketika pasar PC tidak lagi berkembang, Google Notebook Chromebook justru sedang laku keras, bahkan Menurut perusahaan riset, Gartner, penjualan produk tersebut telah tumbuh sebanyak 79 persen dalam setahun.

Chromebook sendiri adalah komputer notebook yang menjalankan sistem operasi Chrome Google dan menggunakan cloud Internet untuk penyimpanan. Notebook ini memiliki penyimpanan lokal yang tidak besar, biasanya solid-state drive 16 GB.

"Kini pasar PC tidak lagi tumbuh dengan kuat, sehingga vendor sedang mencari peluang bisnis baru," kata analis Gartner, Isabelle Durand, dalam sebuah pernyataan. "Mereka meluncurkan Chromebook untuk menghidupkan kembali minat PC portabel seharga USD 300 (Rp 3,5 juta)."

Dilaporkan Investor's Bussiness Daily, Gartner menilai perangkat ini akan tumbuh tiga kali lipat hingga 2017 dan penjualannya mencapai 14,4 juta unit. Hal ini seiring dengan tumbuhnya sektor pendidikan ketika notebook ini banyak digunakan.

Penjualan Chromebook disokong oleh pasar pendidikan dengan menyumbang hampir 85 persen dari penjualan tahun lalu. Dari 2,9 juta Chromebook yang dijual pada tahun 2013, 8 persen di antaranya dilepas di Amerika Utara.

Kendati demikian, para pebisnis akhirnya mulai melirik produk ini. Hasilnya, beberapa vendor besar seperti Samsung, Acer dan Lenovo merajai sebagian besar saham Chromebook sejak tahun lalu.
[Read More...]


0 Linux For Gaming




Caveats make me itchy.
Not the “I wore a wool sweater” kind of itchy. More the “I just saw a bunch of bugs and even though not a single bug is crawling on me, I'm itching like Gary Busey at a Renaissance fair” kind of itchy.
Any time the answer to a question begins with “Yes, but...” I start to develop imaginary rashes, especially when it comes to me recommending Linux to non-Linux-using folk.
In years past, the problem was far worse than it is today. It used to be that if someone asked you “Should I use Linux for my home computer?” your response required a small mountain of caveats: “Yes, but there's a big learning curve”, “Yes, but only if there are good drivers in the kernel for your hardware” or, my personal poison ivy, “Yes, as long as you don't need to play video games.”
Luckily, over time, most of those caveats have gone away. Linux distros are, in general, far easier to install and use nowadays. And hardware support, while not always 100 percent, has improved to the point of not being a blocking issue for the vast majority of people.
But video games... that caveat is still there. Or is it?
That very question got me thinking... when will the time come that we, as a people, can proudly proclaim Linux as a successful gaming platform? I mean, what does it even mean to be a successful gaming platform? Is there some sort minimum number of users needed?
The Xbox One, for example, has shipped over 5 million units. How does that compare to Linux? I'm not exactly sure. We know that Linux (the non-Android kind) accounts for between one and two percent of all traffic from web clients. Two percent means there are, roughly, eleventy billion Linux desktops. Okay, so we don't have reliable stats on the total number of Linux desktop installations. But, even if “eleventy billion” is a tad inflated, there are certainly far larger numbers of Linux PC's than of Xbox One's.
Which means, from the numbers point of view, Linux is doing just dandy. But numbers don't really tell the whole story. In 2011 over 36 million Twinkies were sold. And, as I found out the hard way, Twinkies play Portal poorly. Obviously install base alone does not a game platform make.
[Side Note: “Twinkies play Portal poorly” is great fun to say. Highly recommended.]
After much debate, with a fellow gamer about what makes a successful game platform, we came up with this:
“The measure of a great gaming platform is if people want to use it to play games on, rather than another platform. At least on occasion.”
Simplistic, I know, but it makes a good deal of sense. Which would mean Linux is a verifiable success as a gaming platform and has been for a good long time.
As good as that declaration feels, it doesn't remove that caveat when recommending Linux to people. Sure, Tux Racer is cool. But it's not exactly going to draw the hardcore (or even casual) gamer to the Linux side of the Force.
[I'm going to get angry emails for badmouthing Tux Racer... I just know it.]
Well, how about big name titles like Team Fortress 2, XCOM, Civilization V or DOTA 2? Would that do it? Would that convince people that Linux is a serious and worthwhile gaming platform? One that could power a person’s primary gaming machine? Can I write an entire paragraph using only questions? I think I can?
The answer to all of that is a resounding “Yes.”
And those four game examples are only the tip of the iceberg. The flood of commercial (and often big budget) titles coming our way via the Steam store is nothing short of astounding. Since the Linux launch of Steam in the beginning of last year, the number of Linux native games being sold through it has skyrocketed to more than 600. That's faster than one new, commercial Linux game every single day.
Here's the really crazy part: Steam isn't the only game in town. Desura has been providing a Linux desktop-focused game store since 2011. And let's not forget theUbuntu Software Center or the Humble Bundle. OrGoG.com – which just launched official Linux support.
The fact is there are an amazing variety of distribution channels for video games on Linux nowadays easily competing with any other platform (both in terms of quantity and quality of games available).
To go back to the Xbox One comparison for a moment, there are currently (roughly) 260 games available for Microsoft's console. There are more than 600 Linux games on Steam. And another 600 on Desura. And more than 50 on GoG. Sure this comparison is a tad bit like comparing Apples and Mini-vans, but it still drives the point home:
As a gaming platform, Linux is not only a viable option, but a smart option. It is a caveat-free option for hardcore and casual gamers alike.
Now I'll be the first to admit that this article reads like a bit of a cheerleader piece. But why shouldn't it? As Linux users, we have long struggled to get to a place where we can proudly proclaim to our friends and family “Yes! You should use Linux as a gaming PC. That is a highly recommended way to go!” We should be proud! All of us. We made it to this point as a community.
It feels good. It feels really, really good. And far less itchy.
[Phew! I made it to the end of an article about gaming on Linux without, even once, referencing any of the games I have developed for Linux. Achievement Unlocked: “Self-Promotion Self-Restraint”.]
Linux.com
[Read More...]


0 Distribution Release: Ubuntu 12.04.5




Ubuntu is a complete desktop Linux operating system, freely available with both community and professional support. The Ubuntu community is built on the ideas enshrined in the Ubuntu Manifesto: that software should be available free of charge, that software tools should be usable by people in their local language and despite any disabilities, and that people should have the freedom to customise and alter their software in whatever way they see fit. "Ubuntu" is an ancient African word, meaning "humanity to others". The Ubuntu distribution brings the spirit of Ubuntu to the software world.


St├ęphane Graber has announced the release of Ubuntu 12.04.5, a new set of live and installation images that include all recent security and bug-fix updates for the project's older LTS (long-term support) release, supported until April 2017. 

From the release announcement: "The Ubuntu team is pleased to announce the release of Ubuntu 12.04.5 LTS for its Desktop, Server, Cloud and Core products, as well as other flavours of Ubuntu with long-term support. 

As with 12.04.4, 12.04.5 contains an updated kernel and X stack for new installations on x86 architectures. As usual, this point release includes many updates, and updated installation media has been provided so that fewer updates will need to be downloaded after installation. 

Kubuntu 12.04.5 LTS, Edubuntu 12.04.5 LTS, and Ubuntu Studio 12.04.5 LTS are also now available.Download links: 

[Read More...]


 

Blog Archive

Categories

Android (1) Aple Mac Review and News (7) Bench (1) Book (1) Curhat (1) Desktop (1) Drupal (4) Gadget (9) Games (5) Internet (7) Linux (185) Multimedia (10) News (105) Other (3) Outdoor (2) Review (7) Speaker (2) Tips (184) Ubuntu (140)
Tukar Link -

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors